BALIKPAPAN-Di hari kedua ujian nasional (UN) di tingkat SMP, para peserta menghadapi materi ujian matematika. Pelajaran yang satu ini ternyata masih dianggap berat oleh sebagian siswa.
“Soalnya lumayan susah om,” kata Susi salah seorang siswa SMPN 5 yang sempat ditemui oleh Balikpapan Pos kemarin.
Menurut Susi ada 10 soal yang tidak dia kuasai karena belum paham rumus-rumus pengerjaannya, maka jalan keluarnya dia menebak jawaban karena soal yang dihadapi tidak dipahami. “Untung aja yang lainnya bisa ku jawab dengan benar karena sudah pernah diajari rumus-rumusnya,” aku dia.
Sejumlah siswa SMPN 5 lainnya mengakui jika matematika masih menjadi momok dalam pelaksanaan UN tahun ini.
Sementara itu Kepala SMPN 5 Abidin,M.Pd menyampaikan, dalam pelaksanaan UN kali ini ada seorang siswa yang terpaksa dijemput dari rumah karena kondisi sakit, awalnya ingin diikutkan dalam ujian susulan, tetapi setelah dimusyawarahkan dengan kedua belah pihak akhirnya si siswa bersedia mengikuti UN supaya bisa bersama-sama dengan teman-temannya.
“Kondisi sakitnya tidak terlalu parah dan sanggup untuk mengikuti UN,” ujar Abidin.
Informasi yang dihimpun Balikpapan Pos, tahun ini ada 362 siswa SMPN 5 yang mengikuti UN, tadinya yang terdaftar sebanyak 364 siswa tetapi sayangnya 2 orang keluar dari sekolah dengan berbagai alasan sehingga tidak bisa mengikuti UN karena dianggap sudah mengundurkan diri. Padahal nama kedua pelajar tadi sudah terdaftar dalam peserta UN.
Bagi Abidin yang terpenting siswa bisa mengikuti UN ini dengan persiapan yang matang sebab seluruh usaha sudah dilakukan sejak awal tahun. “UN merupakan babak penentuan bagi mereka, apakah usaha yang mereka lakukan selama ini mendapatkan hasil terbaik atau malah sebaliknya,” pungkas kepala SMPN 5.(are)
No comments:
Post a Comment